"Duh, mager nulis nih."
Jika kita masih berpikiran seperti itu, mulai sekarang lawan dan katakan "saya harus menulis untuk menjadi ada dan abadi". Kok bisa? Iya, melalui tulisan kita bisa menunjukan eksistensi, pemikiran, ide, dan kehidupan kita. Sehingga banyak orang yang akan mengetahui bahwa kita ada, punya pemikiran, dan punya ide. Kenapa Abadi? Pernah kepikiran nggak sih, kadang kalau kita hanya sekadar berucap kata-kata, bisa jadi besok, lusa, atau beberapa waktu ke depan kita akan lupa apa yang pernah kita katakan. Apalagi kalau kata-kata itu penting dan bisa jadi bermanfaat bagi banyak orang. Duh, ruginya!
Beda dengan tulisan. Kita bisa baca ulang kapan pun saat lupa. Bisa kita bagikan ke siapapun. Kita sudah meninggalkan jejak melalui tulisan. Istilahnya, kalaupun kita meninggal kelak, tulisan kita masih bisa dibaca, masih bisa membawa manfaat. "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama". Tapi untuk manusia yang menulis, dia juga mati meninggalkan tulisannya.

Komentar
Posting Komentar